Rapat RW bersama Pak Lilik Saiful Ahmad, M.M.
- Rabu, 12 Agustus 2026
- Administrator
- 0 komentar
KESIMPULAN RAPAT
Rapat menyepakati bahwa penyelesaian persoalan lingkungan dan pembangunan masyarakat memerlukan sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan legislatif, dengan mengoptimalkan potensi serta sumber pendanaan yang tersedia.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian dan tindak lanjut adalah:
1. Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pengelolaan TPS dan TPA berada dalam kewenangan Pemerintah Daerah, sedangkan masyarakat berperan aktif dalam mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
2. Pengolahan sampah organik dengan maggot dapat menjadi solusi sederhana dan produktif. Budidaya maggot dapat dilakukan menggunakan ember untuk mengurai sampah organik, kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan.
3. Pengolahan sampah menjadi kompos perlu dikembangkan sebagai upaya mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
4. Bantuan bibit ikan akan diupayakan bagi warga Driyan yang berminat mengembangkan budidaya ikan. Pak Lilik siap membantu mencarikan bibit ikan tersebut.
5. Pengadaan alat Inspiminator akan diupayakan oleh Pak Lilik sebagai salah satu alternatif pendukung pengelolaan sampah.
6. Dana aspirasi anggota DPRD yang dialokasikan melalui dinas terkait dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dan pembangunan sesuai aspirasi masyarakat.
7. Bantuan biaya penerangan jalan akan diupayakan ke depan melalui dukungan anggaran Pemerintah Daerah.
8. Penerangan jalan umum (PJU) diharapkan dapat dibiayai oleh Pemerintah Daerah. Salah satu upaya efisiensi adalah mengganti lampu merkuri 360 watt dengan lampu LED 60 watt, sehingga konsumsi energi dapat ditekan secara signifikan.
9. Program PSU tahun 2028 akan diarahkan pada 2 titik melalui pihak ketiga, khususnya untuk pembangunan atau peningkatan jalan dan drainase lingkungan/desa. Pelaksanaan dapat melibatkan masyarakat melalui skema padat karya, sehingga pembangunan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.
10. Keterbatasan APBD Kulon Progo menjadi salah satu tantangan pembangunan. Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan APBD, tetapi perlu diperkuat melalui DAK, DAU, dan sumber pendanaan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan perjuangan wakil rakyat untuk mengawal, memperjuangkan, serta memprioritaskan alokasi dana agar dapat sampai kepada sasaran dan wilayah yang benar-benar membutuhkan.
PENUTUP
Secara keseluruhan, rapat menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi berkelanjutan antara masyarakat, Pemerintah Daerah, dan legislatif dalam menyelesaikan persoalan sampah, meningkatkan infrastruktur lingkungan, menyediakan penerangan jalan, serta mendorong pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat RW 11 Driyan.
Harapannya, setiap program dapat dikawal secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat RW 11 Driyan serta lingkungan sekitarnya.

